Pudarnya Pesona Uang

Sebenarnya mau nulis soal Hugo nih tapi izinkan saya sekali lagi menulis soal duit. Kali ini ringan aja, gak bikin emosi dan insyaallah bermanfaat buat kamu. Karena akan ada trik rahasia ninja yang bisa bikin kamu menghemat uang. Khususnya kalau kamu seorang penggiat jubol alias jual beli online, juga bisa bantu kamu memperlancar bisnis kamu.

Prolog dulu ya. Beberapa hari lalu saya nemu TED Talk yang amat mencerahkan. Judulnya “$10.000 experiment”. Kisahnya tentang seorang ayah yang melihat ketiga anaknya bermain monopoli di liburan akhir pekan mereka. Anehnya mereka bermain dengan aturan yang agak melenceng dari normalnya permainan monopoli. Mereka saling pinjam uang, saling tebus buat keluar penjara, dan kegiatan tidak sesuai prinsip keuangan lainnya. Sang ayah curiga ini terjadi karena para anak bermain dengan uang mainan yang tidak punya nilai.

Singkat cerita terpikirlah buat mengganti uang mainan dengan uang sungguhan. Total 10.000 USD berbagai pecahan ditarik sang ayah dari bank cuma buat anaknya main monopoli. Dan yang terjadi selanjutnya adalah para anak bermain sesuai prinsip ekonomi bahkan anak tertua mendadak jadi ahli strategi dan berhasil jadi anak terkaya.

Inilah yang terjadi pada masyarakat kita saat ini. Kita kehilangan arti uang. Uang seakan tidak punya nilai. Berikut adalah beberapa contoh sederhana di kehidupan kita sehari-hari :

Rp 6500

Ada yang familiar dengan nominal gak seberapa di atas? Iya itu adalah biaya transfer beda bank. Nilai yang sering kita anggap remeh. Ah enggak apa-apa.. Cuma 6500..

Buat kita memang tidak banyak. Tapi bagi sebagian saudara kita yang kurang beruntung dari sisi ekonomi mungkin adalah rezeki buat 1x makan. Jadi daripada kasih ke bank mending kasih ke mereka. Atau yang lebih afdhal lagi kasih ke keluarga (anak dan istri), tetangga dst.

“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.”

(HR. Muslim)

Solusi agar kita tidak membuang 6500 ini ke toilet sebenarnya sudah banyak. Salah satu dengan memanfaatkan flip. Nah di sini saya dapat trik dari juragan lemonie.id buat memaksimalkan fasilitas flip. Normalnya flip ini digunakan ketika kita hendak mentransfer sejumlah uang ke rekening lain yang berbeda bank. Nah dengan trik sederhana ini kamu bisa pakai buat terima transfer. Caranya dengan membuat transaksi di flip dari rekening calon pengirim ke rekening kamu. Selanjutnya tinggal meminta calon pengirim untuk transfer ke rekening flip sesuai transaksi yang sudah kamu buat.

Jadi kamu enggak perlu punya banyak rekening buat jualan online.
🤑
Sperti punya banyak virtual account bank ya jadinya?
😬

Pengirim atau pelanggan kamu (kalau kamu bisnis jubol) juga dimudahkan karena enggak perlu repot pasang flip dan membuat transaksi sendiri. Tinggal transfer, beres.

Ide ini pernah saya dengar dari orang lain juga. Yaitu seorang CEO muda sesama anggota PegeLinux. Sebut saja Pringgo.

😬

Berikut adalah jumlah 6500 yang berhasil saya dan istri “selamatkan”. Enggak “enggak seberapa” yah?

Rp 12000

Sedikit lebih sulit dari contoh pertama tadi nih. Ada yang sadar ini nominal apa?

Serbuuuu!!

Ring a bell?
😅

Lucu ya? Ini adalah fenomena amat lucu buat saya. Bagaimana ceritanya ini terjadi di masyarakat modern yang keterlaluan realistisnya ini? Ketika hal-hal kurang masuk akal mengenai agama kita amat kritis. Tapi saat ketemu duit, hal ghaib bernama keberuntungan ini disembah ramai-ramai.

Pokok masalahnya masih sama. Kita enggak tahu nilai sebuah uang. Mungkin karena berfikir cuma 12000, gak seberapa nilainya, toh enggak hilang juga. Padahal kalau kita telaah sedikit lebih jauh, kalau memang tak bernilai dan tak pindah kepemilikan, pihak penyelenggara mana mau bikin program ini terus berlangsung.

Hayo coba cek sudah berapa 12000 pindah dari dompet kamu ke dompet orang lain yang jauh lebih kaya, dan sudah berapa lama. Coba kalau kamu taruh di tempat lain; modal dagang, atau yang gak pake capek; reksadana misalnya, atau asuransi, atau bahkan deposito. Ah.. Emas?. Coba hitung berapa selisih yang udah kita buang ke tong sampah.

Assalamualaykum!

Referensi :

https://t.me/halamanbelakang

comments powered by Disqus