Cara Menjadi Miskin Sebelum Usia 30

Ada banyak hal yang bisa mencederai ego manusia. Beberapa diantaranya dapat mengganggu perasaan orang yang terkenal sabar sekalipun. Misalnya :

  • Agama
    Enggak mesti menista penganut agama lain. Sesama penganut agama yang sama aja gampang lah kalau mau dibikin naik pitam. Contohnya dengan mengatakan “Bro..Ibadah apaan tuh.. Bid’ah.”

  • Kebugaran
    Cuy! Makin ngembang aja.. Jangan rakus makanya kalau makan. Diet lah.

  • Keuangan
    Say.. Jangan boros.. Jangan KPR.. Jangan kredit mobil.. Buat apa langganan netplik.. Ayo investasi..

πŸ˜‚

Entah kenapa nasihat di atas pasti bikin orang emosi. Tiga poin tersebut amat sensitif seakan terhubung langsung dengan “cara kita jadi manusia”. Yang ketika dinista, terasa runtuhlah manusia dalam diri ini. Mirip-mirip dengan saran “Bray napas lu bau bet.. Sikat gigi napah!”

Padahal nasehat apapun dari siapa pun ya tampung aja sih. Seperti judul tulisan kita kali ini. Cara Jadi Miskin Sebelum Usia 30. Biasanya kan cara sukses/kaya sebelum usia 30. Atau merdeka keuangan sebelum usia 30.

Atau jaya tahun 2030.
πŸ˜‚

Kali ini coba kita balik alur berpikirnya. Meniru sang legenda catur Bobby Fischer, ketika pola pikir kebanyakan pemain catur lain mencari posisi menang di atas papan, Bobby Fischer justru mengumpulkan dan mempelajari posisi-posisi yang berujung kekalahan.

Cara Jadi Miskin

1. KPR rumah

Katanya beli rumah itu keputusan cerdas. Rumah itu aset. Investasi. Harganya bakal naik terus. Buru beli. Walaupun hutang. Kira-kira begitu celoteh citizens. Ya netizen ini kebanyakan memang menyebalkan dan menyesatkan baik ketika daring maupun luring.

Rumah jelas bukan aset. Karena walaupun harganya naik berlipat-lipat nantinya tetap saja tidak akan kita jual.

Memangnya mau tinggal di kolong jembatan?

Apalagi kalau dibeli lewat KPR. Kenaikan harganya sudah keburu habis dimakan oleh bunganya.

Terus bagaimana dong? Saya baru saja menikah. Anak orang yang baru saya jadikan istri ini mau ditaruh di mana?

Banyak solusi buat beli rumah tanpa KPR. Misal yang diajarkan mas Arli di video ini :


Tergantung posisi kamu sekarang mungkin ada yang merasa berat buat mempraktikkannya. Tapi intinya adalah “kalau enggak mampu makan rendang ya makan 3T (telor, tahu dan tempe) saja”. Jangan suka memaksakan diri. Apalagi jadi delusional akan kemampuan beli karena ada KPR.

2. Kredit Mobil

Kamu di ujung usia dua-puluhan. Semua terlihat lancar. Istri yang cantik, tawa riang anak pertama kamu dan imut adik bayinya menghiasi keseharian kamu di rumah. Hal ini makin membuat kamu buta. Halusinasi kondisi finansial kamu makin parah. Karena beli rumah lewat KPR, gaji bulanan terasa masih ada sisa. Merasa kaya. Dan setan pun mulai rajin berbisik “kasihan itu si dedek kalau naik motor, panas.. hujan.. angin.. beli mobil yuk..” 😈 Gambar : pngtree.com Serius gaes. Parah.. Parah. Saya heran, amat banyak manusia kena “jebakan uang” ini. Kadang cuma karena gengsi. Demi membuat orang lain (yang seringkali justru orang yang enggak kamu suka) terkesan. Bertahun-tahun pendapatan bulanan cuma numpang lewat rekening. Tanpa simpanan dana darurat. Boro-boro investasi. Ini adalah kondisi amat toxic gaes. Kamu gak akan bisa berfikir kreatif di posisi seperti ini. Ah.. jangan harap kreatif, tenang pun mustahil.

3. Langganan Hiburan

Dua hal di atas bikin kamu tertekan. Tekanannya sih enggak mematikan. Masalahnya tekanan ini menempel setiap hari, sepanjang tahun. Sepuluh sampai lima belas tahun. Bahkan lebih. Kamu jadi sering “sakau hiburan”. Demi meredam stress yang terakumulasi. Langganan berbagai macam layanan hiburan. Film, musik dan teman tak bermanfaat mereka yang lain. Seakan masih kurang banyak cicilan tiap bulannya. Dan semuanya butuh internet. Sip! Satu lagi tali buat dikalungkan ke leher. Tinggal cari pohon yang tinggi.

4. Liburan Mahal

Masih sanggup baca? Udah naik darah belum? Jangan banting hp kamu ya kalau murka. Mahal tuh.

Nomer empat ini biasanya terjadi kalau kamu menikahi pacar sewaktu muda dulu dan membawa ritual akhir pekan zaman pacaran ke kehidupan pernikahan. Lupa kalau dulu liburan pakai uang orang tua. Lupa kalau dulu belum punya tagihan bulanan. Lupa mengajak istri/suami mengatur strategi keuangan. Lupa kalau pernikahan itu 70% ena-ena, 70% urusan duit dan banyak 70% lainnya. Yang setiap 70% ini harus diatur dengan bijak.

Nah sekarang kita lihat arti miskin.

miskin /misΒ·kin/ a tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah): para mahasiswa melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang-orang –;biar – asal cerdik, terlawan jua orang kaya, pb kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan; – papa sangat miskin;

Saya suka banget contoh terakhir dari KBBI di atas.
πŸ˜‚

Kalau kita praktekan empat “tehnik menjadi miskin” tadi, coba hitung total harta kita dikurangi hutang. Kemungkinan besar hasilnya adalah minus. Enggak cuma nol harta atau enggak punya harta yang merupakan definisi miskin. Ini malah minus!

Assalamualaykum!

😘

Referensi :

https://t.me/halamanbelakang

comments powered by Disqus