Jaboticaba

Pepatah yang bilang “men is just a boy with money” sepertinya benar-benar menimpa saya. Bukannya kapok setelah kepepet pake buanget di bulan kemaren. Eh, baru lewat 2 hari dari gajian udah jajan 1 mobil aja.

😭

Sesuai jurnal di atas, kali ini saya menambah spesies baru di hutan kecil @halamanbelakang. Satu tanaman yang lumayan unik bernama Jaboticaba.

Tanaman yang batangnya mirip pohon Jambu ini entah kenapa populer di kalangan penggiat permakultur. Memang sih Jaboticaba ini punya beberapa kelebihan diantaranya enggak rewel, tahan hama, dan kecil. Yang terakhir kedengarannya aneh ya? Jaboticaba memang memiliki pertumbuhan yang amat sangat lambat. Kalau dibiakkan dari biji, doi baru berbuah setelah 15 tahun.

😵

Karena itu pohon Jaboticaba jarang ditemui yang berukuran raksasa walau di habitat aslinya. Hal ini menguntungkan karena jadi enggak makan tempat.

Rasa

Saat tawar-menawar dengan penjual, beliau memetik satu-satunya buah yang ada dan memberikannya ke saya buat mencicipi rasa si anggur pohon. Tapi bukan memakannya malah saya masukkan ke kantong.

😂

Gak tega sama orang di rumah. Masa makan anggur Brazil sendirian.

...

Oke. Balik ke rasa, konon katanya rasa buahnya berubah-ubah seiring bertambah usia. Kalau yang saya rasakan sih mirip anggur tapi manis dan lembut pake banget dua-duanya.

🤤

Penanaman

Karena imut tadi sebenarnya Jaboticaba cocok dijadikan tabulampot. Tapi seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Saya suka tanam langsung ke tanah.

Jaboticaba gak terlalu bawel soal tempat tumbuh, kering atau basah, panas atau dingin, asam atau basa. Bisa. Tapi kalau mau hasil melimpah titik tengah dari tiga faktor tadi sudah cukup. Eh. Soal tanah, doi suka agak asam sih. 5,5-6,5.

Saya sendiri sepertinya agak terlalu memanjakan si Jabuticaba. Semoga tanaman yang lain enggak cemburu. Berikut adalah penanaman ulang yang saya lakukan.

(catatan : berikut adalah embeded post dari telegram, caption gambar dalam album sepertinya gagal timbul, kecuali kamu hebat membaca gambar silakan buka langsung di telegram)

Selesai deh. Tinggal sabar menunggu pohon berbuah. Kalau kamu punya banyak rupiah atau kemampuan menawar tingkat tinggi, kamu bisa cari bibit yang sudah berusia tua dan mulai berbuah.

🤑

Selamat berburu!

Assalamualaikum!

Referensi

https://t.me/halamanbelakang/

comments powered by Disqus