Harbolnas, Hari bolongin dompet nasional

Hmm.. Judul yang maksa ya. Tadinya saya mau tulis “hari boloon nasional”. Tapi urung karena jauh lebih maksa dan terlalu kasar. Apalagi ini masalah yang amat sensitif. Menasihati orang berhemat secara finansial sama haramnya dengan menasihati orang untuk berdiet. Pun lagi entah kenapa budaya di Indonesia atau mungkin bahkan dunia men-tabu-kan banyak bicara soal uang.

Gak usah ngomongin duit lah, bosen.

Padahal Allah, Tuhan semesta alam sendiri membicarakan hal ini. Iya duit.

“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” — (QS al-Furqaan:67)

Kembali ke "harbolnas" ada fenomena aneh - mungkin biasa buat kamu - yang saya temui. Yaitu celoteh netizen yang berbunyi seperti ini :

Wah lagi diskon x% nih di tofed, beli hp baru ah..

Hmm.. beli apa ya ada diskon y% nih di bukalapuk..

Atau

Duh duit dah abis lagi padahal lagi ada cashback di bulibuli..

Dst..

Bagi saya sih gila. Belanja cuma karena diskon. Bukan karena butuh.

Saya selalu mencatat apa yang harus dibeli. Kalau enggak ada di daftar, mau diskon 100% juga gak akan saya beli. Sebaliknya kalau ada di daftar berapa pun harganya ya dibeli.

Tapi saya enggak benci diskon, cashback dkk. Saya enggak se-tua itu. Saya ngiler juga liat temen dapet item dengan harga murah atau kembalian ratusan ribu padahal bayar pakai uang pas.

Saya memanfaatkan even harbolnas dengan trik sederhana (yang kayaknya mulai disadari para penyedia layanan market place). Yaitu alih-alih membeli barang dengan membabi-buta saya malah membeli uang. Lebih jelasnya logam mulia berupa emas batangan. Cuan kemana-mana kan? Duit utuh diskon dapet.

🤑

Tapi lama kelamaan market place mulai melakukan pembatasan lewat S&K. Beberapa item mulai kena limit promo ini. Emas, token listrik, air dkk bahkan susu formula.

😂

Berarti gak cuma saya yang praktek hal ini.

😅

Dah ah. Selamat harbolnas!

Assalamualaykum!


Update 19/11/18 :

Ternyata jual-beli emas secara online hukumnya haram karena transaksi wajib langsung di majelis jual-beli.

“emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya’ir dengan sya’ir, tamr dengan tamr, garam dengan garam, kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan). Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (kontan)” (HR. Al Bukhari, Muslim no. 1587, dan ini adalah lafadz Muslim).

Astagfirullah..

😭

Ada solusinya sih yaitu COD. Silakan pelajari lebih lanjut di tautan ini.

Pun harus hati-hati ketika membeli dengan niat dapat poin tertentu. Simak kajian berikut ini.

Wallohua’lam..

Referensi :

https://muslim.or.id/24811-hukum-jual-beli-emas-secara-online.html

https://t.me/halamanbelakang

https://muslim.or.id/3952-mengatur-dan-membelanjakan-harta.html

comments powered by Disqus