Prosedur Daftar Haji Palembang 2017

Judul yang tidak biasa di Blog ini. Dari segi tema pun lema yang digunakan. Ya. Walau agak ragu dalam membuat artikel ini tapi semoga bisa menghadirkan manfaat buat kamu. Di sini saya akan bercerita prosedur dalam mendaftar haji di Palembang sesuai domisili saya, dan bank yang digunakan untuk tabungan haji yaitu bank Muamalat. Tak ada yang istimewa, semua kebanyakan hanya refleks saja.

😘

Sebelum kita melangkah ke prosedur, buat menambah semangat untuk melengkapi rukun Islam ini kita lihat keutamaan nya Yuk!

Haji merupakan amalan yang paling afdhol.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Masih kurang semangat? Berikut adalah ancaman buat yang ogah-ogahan menunaikan ibadah haji padahal mampu.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakikan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan).

Banyak yang menjadikan besarnya biaya sebagai alasan buat menangguhkan kewajiban haji. Padahal jika dihitung biaya untuk memperoleh porsi haji “cuma” 4THR+2HP alias menyisihkan 4x jatah tunjangan hari raya dan menahan jatah ganti handphone sebanyak 2x saja. Kita belum memasukkan biaya hura-hura semacam pelesiran dan makan di tempat makan yang sombong, dalam artian enak pun enggak tapi mahalnya minta ampun. Sombong!

Kalau kita lihat rumus saya tadi seolah mudah ya? Tapi ternyata saya yang membuat rumus itu sendiri setelah 7 tahun hanya terkumpul nol juta rupiah. Nihil.

😂

Walau sudah berusaha hidup hemat ternyata doa ibu malah lebih manjur. Penasaran?

Bulan April lalu saat mudik untuk menghadiri pernikahan adik saya (minta doanya ya) ibu iseng nanya.

Udah daftar haji belum? Waktu tunggunya lama, daftar sekarang-sekarang aja. Langsung daftar bedua.

Saya jawab sekenanya. Iya mak. Ini lagi ngumpulin duitnya.

Dengan entengnya emak jawab lagi. Masa gak punya duit 50jt??

Saya pun hanya bisa nyengir enggak manis atas celoteh emak saya ini.

😑

Tapi ternyata benar cerita burung akan dahsyatnya doa ibu. Bahkan enggak cuma doa, celotehnya pun sampai pada sang maha kaya.

Satu bulan kemudian alhamdulillah ada rezeki masuk ke rekening saya sebesar celoteh emak tadi, ada kembaliannya malah.

Singkat cerita enggak mau mikir panjang saya dan istri pun langsung mencari bank syariah untuk membuka tabungan haji. Saya dan istri memilih bank Muamalat (bukan promosi). Kami mendaftar di Kantor Cabang Utama Palembang berikut adalah dokumen yang perlu disiapkan :

  • Ktp asli + fotokopi 2 lembar,
  • NPWP,
  • Fotokopi kartu keluarga 2 lembar,
  • Map (CS bank akan membagi 2 dokumen, map ini untuk dokumen yang nanti kita bawa ke Depag),
  • Fotokopi akte/ijazah/buku nikah (salah satu saja) 2 lembar,
  • Foto haji (80% wajah, latar belakang putih, contoh dapat dilihat di dokumen BPIH di bawah) 3x4 10 lembar,
  • Materai 6000 4 lembar,
  • Uang setoran sebesar 25jt rupiah untuk mendapatkan porsi haji, atau minimal 100 ribu rupiah untuk setoran awal membuka tabungan haji.

Jika persyaratan di atas sudah lengkap (lunas setoran awal 25jt) dan sistem informasi depag normal alias daring, maka pihak bank akan menyetor tabungan haji sehingga kita dapat langsung memperoleh surat validasi/tanda bukti setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Yang akan kita bawa ke Departemen Agama untuk mendaftar pergi haji.

Saya dan istri sebenarnya berharap atau lebih tepatnya ngarep semua selesai dalam satu hari dengan 1x kunjungan ke bank dan 1x ke depag di hari yang sama. Tapi ternyata ada saja kekurangan di sana sini seperti kesalahan foto (saya kurang memperhatikan perihal 80% wajah dan malah teledor mencetak dengan format “pas foto”), sampai luring-nya sistem depag.

Setelah memperoleh tanda bukti setoran BPIH kami pun ke Departemen Agama yang beralamat di sini berbekal dokumen dalam map yang telah disiapkan oleh pihak bank. Beruntungnya kami, mungkin karena kasihan melihat sepasang suami istri muda kerepotan dengan 2 anaknya, bagian pendaftaran haji membimbing bahkan mengisikan formulir saya.

😅

Makasih ibu depag.

Selesai mengisi beberapa formulir, kemudian foto dan cap jari kita akan memperoleh SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) dengan nomer porsinya di pojok kanan atas yang berarti kita telah resmi mengantri untuk berangkat haji.

Kita dapat menggunakan nomer ini untuk memeriksa perkiraan berangkat di Web resmi depag atau aplikasi resmi depag dari Playstore. Tapi saya bingung menggunakan keduanya, saya merasa lebih mudah menggunakan aplikasi ini.

Sampai sini tugas kita selesai. Tinggal menunggu sambil menyiapkan diri sampai ke saat pelunasan ongkos haji dan akhirnya berangkat memenuhi undangan Allah.

Oia jangan lupa melaminating kedua dokumen akhir tadi yaitu tanda bukti setoran BPIH dan SPPH. Kedua kertas tipis ini akan dibawa saat pelunasan 13 tahun lagi, oleh karena itu kita laminating agar tidak rusak oleh usia.

Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idulfitri.

Referensi

https://rumaysho.com/2017-6-keutamaan-ibadah-haji.html

https://almanhaj.or.id/4139-tidak-berhaji-padahal-mampu-termasuk-dosa-besar.html

comments powered by Disqus