2019, Satu Dekade Jadi Tenaga Kerja

Pertama, ini bukan soal resolusi tahun baru atau kilas balik tahun yang sudah lalu. Tapi mungkin mengandung salah satu atau keduanya.

Angka 9 ini angka yang cukup sakral. Se-enggak-nya dalam hidup saya. Karena ada beberapa peristiwa bersejarah yang tercatat di tahun masehi ini. Yaitu saya menghabiskan jatah 4 tahun masa terindah (baca : tersantai) dalam hidup ini. Lulus SMA maksudnya. Dan lanjut melangkah ke masa ter-ugghhh. Dunia kerja. Keduanya di 2009. Tahun krisis finansial baru berakhir.

Jadi 2019 tahun ini saya menjalani tahun kesepuluh di dunia industri. Ah.. Jadi inget hymne analis yang dulu diajarin di sekolah.

Hymne Analis

Cipt: Sofyan Sauri dan Ruswandi Wiraz

Ketika kukuh tercipta
Dalam sanubari kami
Panji Analis Kimia
Di sini kami bersaksi
Perjanjian luhur kupegang
Tekad ini kugenggam
Baktiku akan kusebar
Di haribaanmu Pertiwi

Reff:

Jiwa ini telah terliput
Dalam sarat pembangunan
Kuterjuni sektor industri
Kurangkul sejahtera negeri

Mungkin hymne di atas juga punya andil menguatkan saya bertahan memegang perjanjian luhur berupa kontrak kerja dengan perusahaan pemerintah ini.

😅

Makasih Papap Oyan..

😘

Sepuluh tahun bukan waktu yang pendek. Sayangnya catatan perusahaan agak beda dengan catatan saya. Perusahaan tempat saya bekerja ini mencatat saya baru sewindu menyebar bakti. Minus dua tahun awal adalah masa pelatihan. Yak.. sepertinya di dua tahun tersebut saya dianggap tidak berbakti.

😂

Memang agak aneh sih kok bisa ada pelatihan dengan rentang waktu sepanjang itu. Kebijakan di luar kebiasaan. Mungkin karena imbas resesi juga. Entahlah. Dulu saya amat cuek dan bodoh.

Sekarang juga sih..

😀

Delapan atau sepuluh gak ada beda lagi sih sepertinya di titik ini.

Hmm.. Bersambung aja lah, karena perusahaan tempat saya mengais nafkah ini punya ritual spesial buat karyawan yang sudah bekerja selama satu windu. Mungkin saya lanjut setelah ritual tersebut. Pun saya harus menulis di @halamanbelakang nih. Satu bulan gak ada tulisan baru lebih dari 10 member lari.

😭

Assalamualaykum!

Referensi :

https://t.me/halamanbelakang

comments powered by Disqus